RSS

Tips untuk vocalist saat recording / rekaman





Bagi yang mau jadi penyanyi atau vocalis yang merekam vocal, mungkin artikel ini cucok banget buat nambah ilmu kalian dalam take vocal / merekam vocal. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam take vocal :
 
1. Artikulasi Kata
Nyanyi adalah ungkapan yang harus disampaikan. Jadi bernyanyilah seperti kita berbicara atau berkata-kata. Maka si pendengar lagu akan bisa menangkap dengan jelas apa yang kita sampaikan. Seandainya kita bicara tidak jelas, maka orang yang kita ajak bicara pun bilang “maaf, anda tadi ngomong apa?” nah itu akan mempengaruhi sekali terhadap hasil take vocal kita. Jadi intinya adalah harus jelas artikulasi kata kita, kalau kita sudah bernyanyi dengan jelas seperti orang berbicara, maka tidak sadar pula bahwa kita sudah bernyanyi dengan padat atau “tight”.

2. Memilih Microphone
Memang tak banyak studio rekaman yang menyediakan pilihan microphone yang banyak. Tetapi bila anda mendapatkan studio dengan fasilitas pilihan mic banyak, manfaatkanlah fasilitas tersebut dan carilah mic yang sesuai dengan karakter/warna vocal anda. Biasanya untuk vocal dibutuhkan polar pattern Cardiod (Unidirectional Mic), yang mana suara hanya tertangkap dari arah depan dan agak berkurang bila anda menyanyi dari sisi mic tersebut.

3. Jarak Mic
Take vocal atau merekam vocal yang bagus adalah berjarak 1 jengkal tangan antara mic dan bibir kita atau 15-24 centimeter, karena bila kita bernyanyi dekat sekali dengan mic, maka akan menimbulkan suara “beb” (letupan) ataupun “desis” (hizzing) yang terlalu berlebihan. Memang ada plugin yang menanggulangi masalah desis itu yaitu “De-Esser” atau hardware pop-filter untuk letupan (plossive), cuma alangkah baiknya kalau itu kita tanggulangi dari saat rekaman. Sebagus-bagusnya alat recording ataupun plugin, tidak bisa sealami orang bernyanyi natural, jadi mulailah belajar untuk bernyanyi dengan jarak yang cukup baik mulai sekarang.

4. Tone Vocal
Banyak yang bilang kalau jaman sekarang rekaman itu, semuanya bisa di atasi dengan peralatan yang serba canggih, itu memang betul sekali. Tapi satu hal yang tidak bisa disamakan antara manusia dan peralatan yaitu “tone vocal” atau karakter kita. Mungkin vocal bervolume kecil bisa di manipulasi dengan berbagai macam peralatan compressor sehingga terdengar menjadi keras. Tapi sesungguhnya vocal itu hanya keras tapi tidak bertenaga (powerless). Untuk dikalangan musisi senior atau pakar audio yang handal, pasti mereka bisa membedakan mana tone asli dan hasil manipulasi alat. Untuk itu, maksimalkan ‘tone vocal’ Anda.

5. Compressor
Fungsi compressor adalah untuk mengompres vocal yang terlalu besar dinamikanya. Nah, sebenarnya manusia sendiri punya compressor. Teriak tapi tidak peak, yaitu dengan cara menahan alunan tenaga dari diaphragm ke pita suara,tetapi tidak mengurangi nada/tone vocal kita. Itulah yang disebut “level control”, di perlukan teknik serta latihan yang cukup untuk dapat menguasainya dengan baik.

6. Soul / Penjiwaan (Rasa)
"…seorang vocalist pun harus belajar bagaimana bisa “memanipulasi” atau memerankan peran yang berbeda dalam setiap lagu-lagu yang akan dinyanyikan.."

Sebenernya semua ini berkaitan antara penjelasan yang satu dengan penjelasan yang lainnya. Soul/rasa/feel itu sangat penting buat seorang penyanyi. Karena rasa itu digunakan untuk menyampaikan apa isi dari lirik lagu yang kita nyanyikan. Menurut saya, vocalist itu sama seperti pelaku peran dalam sinetron atau drama, kenapa? Sebab pelaku peran itu biasanya bisa memainkan emosi/mood yang sesuai dengan peran yang akan diperankannya. Nah, sebaiknya seorang vocalist pun harus belajar bagaimana bisa “memanipulasi” atau memerankan peran yang berbeda dalam setiap lagu-lagu yang akan dinyanyikan..walau dia hanya mengekspresikannya dengan suara doang. Nah disini lah letak pentingnya dinamika bernyanyi, karena bisa memainkan emosi pendengar. Walaupun sesungguhnya sang penyanyi tidak lagi dalam kondisi sedih tapi harus nyanyi sedih. Kalau hal itu sudah dapat kamu pahami dan jiwai, dijamin suara kamu bakal terdengar lebih baik.

7. Review
Setelah take vocal selesai, coba dengarkan lagi tanpa ada satupun plug in atau efek yang menempel di track kita (flat). Apakah kamu sudah maksimal seperti apa yang di bahas dari point 1-6? Apakah kamu sudah ngerasa nyaman dengan hasil suara kamu selama bernyanyi, apakah sudah ada fill/soul/rasanya di setiap kata yang kamu ucap? Cobalah mengulangnya kembali kalau memang belum, sebaiknya dikoreksi supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Memang bernyanyi itu tergantung mood atau perasaan hati, jadi jagalah mood itu baik-baik selama kamu melakukan rekaman vocal. Ulangi lagi esok hari, kalau memang mood itu tidak ada. Have fun and be fun, saya sarankan saat anda melakukan rekaman, jangan tegang dan jangan ragu untuk meminta pendapat dari operator studio, produser atau orang yang berada saat kita rekaman.

8. Tips :
  • Bernyanyilah dengan artikulasi yang jelas !
  • Pilihlah mic yang memperkuat karakter suara Anda !
  • Atur jarak mic dengan mulut dengan benar !
  • Maksimalkan ‘Tone Vocal’ dari dalam diri Anda, bukan dengan bantuan alat !
  • Jaga dinamika suara atau gunakan ‘compressor’ alami yang ada dalam diri Anda !
  • Tunjukkan emosi saat bernyanyi sesuai kebutuhan lagu !
  • Review hasil rekaman suara asli Anda !
Read More

Istilah-istilah yang ada dalam dunia audio

Begitu banyak bahasa yang digunakan dalam dunia audio, dan terkadang sering kali membingungkan kita sebagai praktisi/musisi/penikmat/pengamat dalam dunia audio. Dibawah ini beberapa istilah/bahasa yang digunakan dalam dunia audio.

Anechoic Chamber :
Suatu ruangan yang dirancang khusus untuk menghilangkan pantulan suara dari dinding. Idealnya, sebuah anechoic chamber tidak menimbulkan pantulan suara pada frekuensi berapa pun (dindingnya menyerap semua frekuensi) dan dapat ‘me-reproduksi’ suara asli yang telah di rancang/desain seakurat mungkin terhadap percobaan yang kita lakukan disitu.

Audio Mixer :
Suatu alat yang berfungsi sebagai penguat dan penyeimbang dari beberapa sumber suara, menjadi satu keluaran (output) yang memenuhi kriteria untuk menjadi masukan (input) pada alat perekam.

Basilar membrane :
Suatu lapisan didalam rumah siput telinga bagian dalam kita yang bertugas menganalisa frekuensi dari gelombang suara yang diterima oleh gendang telinga.

Clip On :
Jenis microphone yang bentuknya kecil, dengan posisi pemakaian mic dipasangkan pada baju atau kostum pengisi acara. Bisa dengan cara dijepitkan ataupun dengan cara ditempel.

Clipping :
Sesuatu yang terjadi sewaktu amplitudo suara melewati ambang batasmaksimum. Umumnya suara menjadi pecah.

Complex tone :
Nada/suara yang mempunyai beberapa kandungan frekuensi, 99,9% jenis suara yang kita dengar adalah complex tone, hanya beberapa suara saja yang disebut pure tone (mempunyai kandungan satu macam frekuensi saja) seperti sine wave, beberapa jenis suara burung dan lain-lain.

Compressor :
Alat yang digunakan untuk mengatur dynamic range suara.

Critical bandwidth :
Lebarnya bandwidth suatu band-passed noise yang dapat menutup suatu narraow band signal yang mempunyai frekuensi tengah dalam daerah yang sama. Critical band diartikan suatu daerah yang membatasi suatu sensasi roughness dimana satu frekuensi dapat terdengar dengan jelas.

DAW (Digital Audio Workstation) :
Perangkat rekaman yang berbasis digital atau komputer. Seperti Nuendo, cubase, Sonar dll...

Decibel (dB) :
unit logaritmik untuk mengukur level suara.
(sebuah satuan yg digunakan untuk mengukur suara, seperti cm(centimeter) pada jarak).

D.I. Box :
Alat yang berfungsi untuk mengubah signal unbalanced (-10dB) menjadi balanced (+4dB).

Diffuser :
Alat/materi yang secara umum memantulkan suara dan dipasang untuk mengurangi suatu pantulan yang terfokus, biasanya diffuser dipakai untuk menyebarkan frekuensi tertentu ke segala arah dengan rata (sering disebut dengan sebutan diffuser).

Difraksi :
Salah satu sifat suara yang dapat “memutar” jika menabrak benda yang besarnya lebih kecil dari gelombangnya.

Early reflection / pantulan-pantulan awal suara :

Pantulan-pantulan awal suara dari sumber suara yang sampai ketelinga kita rata-rata dengan satu/dua kali memantul dari dinding/langit-langit/lantai. Besarnya sangat dipengaruhi oleh koefisien penyerapan suara dari bahan-bahan yang terpasang pada dinding /langit-langit/lantai. Suara ini biasanya sampai ditelinga kita tidak lebih dari 50ms setelah suara asli dari sumber suara sampai.

Equalizer :
Alat untuk mengubah tonal balance dari suatu spektrum suara.
(Alat yg bs meng-CUT/mem-boost frequency yg diinginkan dengan Q-factor tertentu)

Fundamental frequency / frekuensi dasar:
Frekuensi alam (natural frequency terendah yang dihasilkan suatu system (harmonic pertama).

Frekuensi / frequency :
Banyaknya getaran yang terjadi dalam jangka waktu tertentu (satuan nya adalah Hertz, yang biasa disingkat Hz).

FOH (Front Of House) :
Tempat yang digunakan untuk meng-control sound system.

Handheld Microphone :
Microphone yg dipegang oleh tangan/microphone genggam.

Harmonic:
Frekuensi-frekuensi spectrum suara yang berkelipatan bulat terhadap frekuensi dasar.

Infrasonic:
Frekuensi/suara dibawah batas pendengaran kita (kurang dari 20Hz).

Microphone :
Suatu alat yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.

Millisecond (ms):
Mili-detik. Sama dengan satu perseribu detik (1/1000 detik = 1 ms).

Mixer Monitor :
Mixer yang ada dibelakang atau disamping panggung yang konsentrasinya adalah untuk melayani pembagian suara dan balancing monitor diatas panggung.

Noise:
Suara yang tidak dinginkan.

Omnidirectional :
Polar pattern yang dapat menerima suara dari segala arah.

Overtones:
Frekuensi –frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi dasar, dapat berkelipatan bulat atau pecahan.

PA (Public Address) System:
Bahasa professional untuk sound system yg menghadap ke penonton.

Phonemes:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Pink Noise :
Frekuensi dari 20Hz-20KHz dibunyikan secara bersamaan dengan volume kekerasan yang sama.

Resonansi:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Reverberation time:
Waktu yang dibutuhkan suara untuk berkurang 60dB disuatu ruangan yang mempunyai dinding-dinding reflective.

Reverberance:
Suatu sensasi reverberation didalam sebuah ruangan, dapat juga diartikan sensasi dimana kita dikelilingi oleh suara.

RTA (Real Time Analyzer):

Alat untuk mendeteksi frequency, bentuknya seperti PDA namun built in microphone.

Sensitivity :
Besar kecilnya energy listrik yang dihasilkan oleh
microphone akibat energy suara yang mengenai membran
microphone.

Speech Intelligibility :
Kemampuan untuk mendengar dan memahami suatu pembicaraan,

SPL (sound pressure Level) :
Level tekanan yg di sebabkan gelombang suara biasa dengan satuan dB, bisa dilihat di setiap microphone (kemampuan SPL sebuah Microphone).

Tinnitus :
Sensasi ringing/buzzing/roaring/mendengung didalam telinga. Adalah suatu bentuk kerusakan yang terjadi dalam telinga kita.

Ultra sonic :
Frekuensi/suara diatas batas pendengaran kita (diatas 20.000 Hz)

White noise:
Suara yang tidak mengandung informasi, dimana suara ini mempunyai energy yang sama pada tiap interval frekunsinya. Contoh adalah suara air terjun.

Wirelless microphone :
Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system.
Read More

Tips dan trik untuk musisi / pemain musik sebelum tracking / rekaman / recording, mixing dan mastering

Untuk para pemain musik, anda perlu mengetahui, kalau sebuah musik / lagu yang bisa tersampaikan dengan baik ke pendengar itu adalah hasil "kerja sama" antara Sound Engineering (SE) atau yang lebih kita kenal dengan sebuatan operator (dari tracking, editing, mixing, sampai mastering) dengan para musisi / pemain musik...

kerjasama yang baik menghasilkan hasil yang baik... Benar tidak?!?

anda ingin membuat sebuah demo??,

atau bahkan sebuah album yang mempunyai kualitas yang bagus??
Silahkan membaca artikel dibawah ini... :)

 1. JANGAN BERPIKIR BAHWA ADA SEBUAH KEAJAIBAN DI STUDIO
Terlepas dari sebuah teori, sering banget para musisi / pemain musik berpikir kalau seorang Sound Engineering itu seperti tukang sihir yang apa bila sudah memutar-mutar kenob rack / mixer, click mouse di sana di sini dan, "tadaaaaa"....
Jadilah sebuah lagu yang pasti enak di dengar, bersih, jelas artikulasi di setiap instrument, dan pasti terdengar seperti yang kita bayangkan...
hhaa... dan itu semua tidak benar. jangan sekali-kali berpikir seperti itu.

Walau pun anda recording / rekaman di studio-studio besar, bahkan studio yang ada di luar negeri yang mempunyai alat-alat yang sangat-sangat-sangat-sangat mahal, mempunyai speaker monitor yang benar-benar flat, original software seharga puluhan juta, mixer yang mempunyai ratusan channel (emang ada yah??) dengan brand terkenal, bertumpuk-tumpuk rack yang satu rack nya bisa berisi puluhan hardware analog maupun digital (kira-kira tingginya bisa sampai 12 meter :# :p ) microphone dengan bentuk yang aneh dan mungkin hanya beberapa studio yang mampu membelinya

tapi bro...
TIDAK ADA YANG NAMANYA ALAT AJAIB PEMBAGUS SUARA

nah, untuk itu, sebaiknya anda melakukan persiapan sebelum melakukan proses rekaman / tracking / recording / take / istilah yang lain yang mungkin alfin tidak tahu :p

Contoh:
-Anda mempunyai gitar yang anda sayangi, walaupun anda mengetahui gitar yang ada di studio yang anda sewa jauh lebih bagus, anda tetap bersikeras untuk membawa gitar kesayangan anda. nah sebelum membawa gitar kesayangan anda ke sutio rekaman, alangkah baiknya apabila anda mengganti senar gitar anda, lihat fret-fret gitar anda, apakah masih bagus atau tidak, apabila gitar yang anda punya adalah sebuah gitar active, silahkan lebih dahulu mengganti baterai yang ada di dalam gitar anda.

-Apabila anda seorang drummer, tidak mempunyai kit drum sendiri dan hanya bergantung pada drum yang ada di studio rekaman yang anda sewa, alngkah lebih baiknya memilih studio yang sudah mempunyai sample untuk bisa kita dengarkan, apabila sample tersebut suara drumnya seperti yang anda inginkan, silahkan untuk survei lebih dahulu ke studio yang ingin anda sewa. lihat kit-kit yang mereka pakai, lalu apabila setting-an nya tidak seperti yang anda inginkan, bertanyalah pada Sound Engineering nya apakah boleh merubah / menyeting drum nya seperti yang anda ingin kan, oleh sebab itu, sebaiknya anda membawa kunci drum sendiri (paling tidak ada sedikit modal :p )

-Untuk Vocalist, sebelum rekaman alangkah baiknya menjaga kesehatannya, jangan sampai terkena flu yang akhirnya menderita suara bindeng, kemungkinan besar apabila anda bindeng, suara anda dengan musik tidak akan menyatu atau suara anda tidak mengikuti tune musik atau bahasa kasarnya adalah FALS :p . walau pun saat ini banyak software yang berguna untuk meng-tune kan suara vokal anda, namun lebih natural lebih bagus. Lalu beberapa jam sebelum rekaman / tracking vocal, silahkan melakukan relaksasi atau pemansan agar pita suara anda tidak kaget saat nanti anda rekaman. apabila anda baru tersadar beberapa hari sebelum take vocal suara anda serak dan ingin habis, coba untuk mengunyah kencur (mentah-mentah) walau rasanya agak kurang meng-enakan, namun kecur sudah teruji khasiatnya, kunyah lalu telan air dari kunyahan kencur tersebut. lalu ampasanya di buang saja (tapi apa bila anda suka silahkan untuk menelannya... hhe... :p )

-dan masih banyak yang harus anda lakukan untuk melakukan persiapan sebelum rekaman :#
Jangan sekali-sekali terpikirkan di benak anda "ah, nanti pada saat proses mixing kan bisa di benerin"
Atau apabila Sound Enginnering / Operatornya berbicara seperti itu, maka sudah pasti ia adalah seorang Sound Engineering amatiran

-Band yang bagus, hasil rekamannya bisa di buat jelek oleh seorang Sound Engineering amatiran

-Band yang jelek, hasil rekamannya bisa dibuat SEDIKIT lebih bagus oleh Sound Engineering yang bagus..

2. BERKOMUNIKASILAH DENGAN SOUND ENGINEERING.
Komunikasi antara Sound Engineering dengan  pemain musik yang ingin rekaman sangat penting sekali untuk mendapatkan sound yang di inginkan...
Sound Engineering perlu mengetahui informasi dari kita, sound seperti apa yang musisi inginkan..
Kalau Sound Engineering nya tidak inisiatif untuk bertanya, musisi yang harus membuka dan memulai komunikasi lebih dahulu.

Jangan berpikir untuk takut sama Sound Engineering. Tidak gigit kok... guk guk :# :p
Anda kan membayar, dan juga seorang Sound Engineering juga tidak haus akan materi kok, saya yakin, mereka juga ingin membuat lagu kita bagus kok, kan juga membawa nama studio yang anda sewa :p

3. PENDEKATAN DENGAN SOUND ENGINEERING / OPERATOR
Nah cara yang paling bagus dan mujarab untuk membuat Sound Enginerring semakin semangat dan bekerja keras adalah membuat dia seolah-olah menjadi salah satu personil dari band anda

Caranya??
Apabila anda membawa makanan atau minuman, coba untuk menawarkan atau sisihkan di meja Operator nya. dan apabila Sound Engineering / Operatornya merokok, tanya rokoknya apa, lalu beliin deh sebungkus, pasti berhasil. dan sound Sound Engineering / Operatornya pasti akan berpikir seperti ini "karya anda adalah karya saya juga" :@ . Dengan demikian, sang SE akan lebih merasa bahwa dia sedang mengerjakan karya bersama bukan karya orang lain.
(pasti nanti Sound Engineering / Operatornya pura-pura untuk menolak, biasa....gengsi.... beda sama sama saya... kalau saya, apabila ditawarkan langsung saya ambil itu semua makanan yang di tawarkan... :p :D :# :@ )

4. JANGAN PERNAH BILANG SAMA SE NYA KITA INGIN SUARANYA KAYA BAND "X atau Y atau huruf alfabet lainnya".
wah kata-kata tersebut sering sekali saya dengar :p
Sebuah album yang telah rilis kepasaran itu melalui proses minimal 3 tahap yaitu proses tracking, proses mixing, dan proses mastering, jadi jangan pernah membanding-bandingkan hasil tracking atau mixingan dengan album orang lain yang sudah di mastering

Jadi jangan sekali2:
-Mas..mas..mas..saya ingin gitarnya seperti suara gitarnya paul gilbert.
-Bang..bang..bang..saya ingin drumnya seperti suara drumnya slipknot
-Om..om..om..saya ingin suara vocal saya seperti suara vocalnya gita gutawa :p

Iya Kalau Sound Engineering tersebut mengetahui band / artist "X atau Y atau huruf alfabet lainnya" yang telah kita sebutkan.

lebih baik minta nya seberti ini:
-Mas, saya suka suara gitar van halen karena saya pikir sound nya akan cocok untuk lagu ini karena deep nya dapet tapi tidak menghilangkan high nya,

Jadikanlah seorang Sound Engineering / Operator sebagai teman berdiskusi tentang sound...
Pasti Sound Engineering / Operator akan lebih bisa menterjemahkan bahasa kita ke dalam hasil mixinganya.. kalau musisi masih meminta "saya ingin soundnya seperti band X" berarti sama saja musisi tersebut tidak mengetahui cara kerja Sound Engineering / Operator, karena Sound Engineering / Operator hanya mengcapture sound yang musisi hasilkan dan menempatkannya ke dalam album /  lagu...

5. ARANSEMENT YANG BAGUS ADALAH HAL YANG PALING UTAMA
Yup, musik yang bagus itu bukan dari hasil proses tracking nya, proses mixing nya atau proses mastering nya.
ARANSEMENT adalah bahan bakar utama yang akan menentukan kualitas dari sebuah lagu hasil tracking, mixing dan mastering.

Percuma saja untuk memaksa Sound Engineering / Operator untuk kerja rodi selama 3 hari full pagi siang malam tanpa tidur... kalau memang aransement tidak bagus... lalu mau di bagaimanakan lagi??... tidak akan mampu komunikasi dengan pendengar...
Read More

Tutorial mixing dengan mudah untuk pemula

Proses Mixing dalam dunia audio recording merupakan salah satu proses yang paling susah, memusingkan dan paling rumit menurut saya. Begitu banyak plugins atau efek yang harus dipakai dan tentu saja harus dimengerti untuk proses ini. Salah satu pedoman saya dalam proses me-mixing adalah, jangan memasukan suatu plugins / efek yang tidak diketahui kegunaan nya atau tidak dimengerti cara penggunaannya. Selain sia-sia dan memberatkan kinerja komputer, juga bisa merusak sound atau suara pada track anda.

Pada tutorial ini, saya hanya membahasa secara umum bagaimana proses mixing yang biasa saya lakukan. Dan juga karena saya pemula atau newbie dalam hal ini, maka postingan ini saya pun saya beri judul "Tutorial mixing secara mudah untuk pemula"

Oke langsung saja pada tutorialnya.

  1. Bukalah project atau track yang anda rekam sebelumnya di sebuah software daw atau software multi track recording.
  2. Setelah terbuka, coba play dan lihat meter pada master track / master fader nya (untuk software stenberg cubase dan steinberg nuendo, bisa menekan tombol shortcut F3 dan lihat paling kanan pada mixer nya).
  3. Apabila clip atau peak (biasanya akan ada tanda berwarna merah atau meter nya melebihi 0db) silahkan untuk menurunkan masing-masing track (track gitar, track bass, track vocal dan seterusnya), ingat seluruh tracknya, bukan master track / master fader nya yang diturunkan.
  4. Setelah aman / tidak clip atau peak, cobalah untuk mem-balancing dengan menurun atau menaikan volume pada track masing-masing. Dalam proses balancing saat ini, anda tidak perlu untuk mem-balancing secara detail, apabila sudak terdengar enak dikuping anda, maka sudah cukup.
  5. Coba dengarkan beberapa kali dari awal sampai akhir lagu, hal ini bertujuan agar anda dapat mengenal materi-materi yang anda ingin mixing. Bahasa kerennya adalah, agar lebih familiar dengan materi setiap track dan instrument yang sedang anda mixing. Pada tahap ini jangan atau tidak perlu memasang efek atau plugins.Nah setelah anda mengenal dan lebih familiar dengan track-track instrument yang sedang anda mixing, maka cobalah untuk mengkelompokkannya, hal ini bertujuan agar anda tidak bingung nanti saat anda me-mixing lebih jauh.

    Yang biasa di kelompokkan:
    -drum (snare, kick dan seterusnya) dengan perkusi
    -low instrument seperti bass dan lain-lain
    -guitar bisa distorsi, struming, arpegio, wah-wah dan lain-lain
    -vocal (alangkah baiknya vocal di kelompokan kembali, antara lead vocal dan backing vocal)
  6. Setelah mengelompokkan atau grouping, cobalah untuk panning (kanan, tengah, kiri) track-track instrument yang anda sedang mixing hingga tercipta suatu stereo imager atau terdengar lebih luas (stereo), perhatikan pada saat melakukan panning agar tidak ada suara atau instrument yang terlalu memihak ke kanan ataupun ke kiri (bahasa inggrisnya adalah timplang :D ). Yaitu tidak terlalu banyak instrument yang berada di kiri maupun di kanan, seimbang deh pokoknya.
  7. Setelah itu saat nya untuk me-mute semua channel kecuali drum. Saat nya menyiapkan plugins compressor,  compress track-track drum yang memiliki dinamika yang luas (bahasa gampangnya, memiliki suara yang kadang besar, dan kadang kecil). Biasanya untuk drum memakai ratio yang besar seperti 8:1, namun juga tergantung pada sumber atau source suara / materi yang kita mixing, begitu pula dengan threshold. Untuk attack nya bisa memakai auto (apabila plugins yang di pakai memiliki fitur tersebut) apabila tidak coba di setting tergantung pada tempo lagu materi yang sedang di mixing. Beri gain apabila diperlukan.

    Agar memudahkan, kita dapat melihat di tampilan gelombangnya, track-track mana yang memerlukan peng-compress-an.

    Begitu pula dengan track bass dan vocal, buka track tersebut satu-persatu lalu stabilkan dengan memakai plugins atau efek compressor.

    Ingat, jangan terlalu meng-compress terlalu over, sebuah lagu memerlukan dinamika agar terdengar lebih "hidup". Jadi pakai plugins compressor ini bila hanya dibutuhkan dan gunakanlah dengan bijak :D
  8. Masih dengan tiga track diatas (drum, bass dan vocal). Siapkan sebuah reverb. Tapi reverb ini tidak digunakan untuk bass yah, hanya untuk drum dan vocalnya. Gunakan dua buah reverb yang dipasang di send aux atau send fx. Satu untuk drum nya dan satu lagi untuk vocalnya. Saya biasa menggunakan reverb hall untuk vocal, tapi tergantung genre dan karakteristik vocal nya. Apabila masih kurang atau tidak cocok dengan preset bawaan dari plugins atau software reverb yang anda pakai, coba untuk men-setting reverb timenya, hpf / low cut nya, lpf atau hi cut nya, pre delay dan lain-lain.

    Ingat! Kesalahan atau salah setting pada efek reverb membuat sound atau lagu anda terdengar amatir.  Contoh nya suara vocal seperti di dalam sumur, suara drum seperti didalam gua dan lain-lain. Gunakan dengan bijak plugins reverb ini.

    Setelah memberi reverb, coba untuk dengarkan kembali. Biasanya sesudah memakai fx reverb ini balancing nya jadi berubah, atur atau balancing kembali dengan menaik dan menurunkan volume pada masing-masing track. Sesekali lihat juga master fader atau master tracknya, jangan sampai peak atau clip atau melebihi dari batas 0db.
  9. Nah apabila ketiga element diatas sudah terdengar bagus, anda sudah mempunyai pondasi nya. Selanjutnya tinggal buka satu persatu track instrument lainnya sambil di balancing kembali.
  10. Masukan compressor lagi apabila ada instrument selain ketiga elemen diatas yang terlalu luas atau lebar dinamikanya (kadang besar, kadang kecil suaranya)
  11. Apabila ada sound / bunyi dari track yang tidak diinginkan bisa memakai equalizer untuk mengcut atau memboost di frequency yang mengganggu. Apabila dari kesemua track low nya terdengar menggulung, coba di low cut atau HPF (high pass filter) menggunakan equalizer. Apabila hi nya ada yang menyerang atau terlalu sakit di telinga, cut di frequency yang dimaksud menggunakan equalizer juga.
  12. Ada bunyi click yang mengganggu? Gunakan declicker
  13. Ada bunyi noise yang mengganggu? Gunakan denoiser
  14. Di vocal, saat pengucapan huruf "S" "C" berlebihan dan menyakitkan telinga, bisa menggunakan deesser
Read More

Merekam Di Kamar yang BerNoise

Bagi yang baru mulai belajar rekaman biasanya menggunakan mic dynamic. Mic dynamic adalah mic yang paling sering dipakai untuk karaoke, harganya murah dan tahan banting. Perlahan-lahan lalu mulai beranjak beli peralatan lumayan, dan tentunya microphone condenser.

Tapi banyak yang biasanya rekaman ngga ada masalah, begitu menggunakan mic condenser malah jadi masalah. Ada yang bilang, microphone ini terlalu peka. Segala suara noise mulai kipas computer, AC, suara lalu lintas ikut tertangkap masuk. Kebanyakan hal ini terjadi pada yang merekam di kamarnya, tanpa isolation yang memadai atau tidak memiliki vocal booth.

Apabila mencoba menanggulangi dengan mengecilkan gain pada pre amp / converter maka tidak akan berhasil karena tentu saja noise nya menjadi kecil, tetapi begitu juga dengan signal yang kita mau. Misalnya vocal.

Ada beberapa cara yang lebih efektif yaitu :


  1. Close micing. Dengan begitu maka sebagian besar signal yang tertangkap oleh microphone adalah direct sound. Dengan kata lain mengurangi jumlah porsi noise/ambient sound. Tapi berhati-hatilah dengan close micing ini karena apabila terlalu dekat bisa terjadi penambahan frequency low yang disebut juga dengan proximity effect. Tapi setidaknya ini bisa dihilangkan dengan EQ pada saat mixing nanti.
  2. Apabila menggunakan microphone condenser dengan polar pattern cardioid, cobalah untuk mengarahkan microphone supaya membelakangi sumber noise. Microphone dengan polar pattern cardioid menangkap suara dari depan, dan me reject suara yang datang dari belakang sehingga apabila microphone ditaruh dengan posisi membelakangi noise (misalnya suara AC), maka noise yang masuk ke microphone akan menjadi kecil.
  3. Apabila noise yang ada bersifat konstan, bisa dicoba dengan menggunakan noise reduction plug in. Contohnya waves x-noise. Cara memakai nya mula2 play bagian yang hanya berisi noise nya saja ( tanpa suara lain nya ) sehingga si plug in bisa mempelajari noise print nya. Setelah itu, tinggal mengeset threshold dan noise reduction level yang kita inginkan.
  4. Buat vocal booth sederhana, misalnya triplek yg dilapisi busa akustik mengelilingi microphone untuk mencegah noise tertangkap microphone. Lalu microphone diarahkan ke tembok atau dimana tidak ada noise lain yang bisa masuk. Bagusnya di belakang vocalist diberi peredam juga.
MH Studio Music & Recording
Read More